This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 19 April 2015

Engine Swap Honda Brio Satya, Lima Hal Demi 118 dk


Penulis : OTO-Hardy | Foto : OTO-Hardy
Jakarta - Kendaraan Honda terbilang favorit untuk dioprek, tak terkecuali Brio Satya. Terlebih, hatchback mungil ini masuk kategori LCGC dan memiliki harga jual yang relatif terjangkau. Maka dari itu, banyak dijadikan bahan untuk modifikasi.

Namun mengusung mesin berkapasitas 1.200 cc dirasa kurang buat penggemar kecepatan. Tren yang cukup marak yakni melakukan engine swap, dari mesin asli berkode L12B8 menjadi L15A7, alias mencomot mesin Jazz GE8 secara utuh. Biaya yang dibutuhkan berkisar Rp 20 juta, di luar modifikasi seperti porting polished, down pipe dan piggyback.

Hasilnya, tenaga bisa terdongkrak mencapai 118 dk dari standarnya yang hanya 88 dk. Enaknya, prosesnya tidak terlalu rumit, akan tetapi ada 5 faktor penting yang harus diperhatikan jika mesin Jazz GE8 mau hidup normal di bodi Brio Satya. •(otomotifnet.com)



Position Sensor dan Crankshaft Trigger

Kedua barang ini tidak bisa dipisahkan. Maksudnya harus klop supaya sinkron. Dikarenakan ECU masih menggunakan keluaran Bosch bawaan Brio Satya, maka crank sensor dan crank trigger juga wajib menggunakan bawaan L12B8. Jika kedua barang ini tidak pindah, maka dijamin mesin tidak mau hidup saat di-starter.

Secara fisik dan produsen crank sensor Brio Satya dan Jazz GE8 tidak berbeda, hanya saja kode part number berbeda. Lain lagi dengan crank trigger, antara kedua mesin tersebut terdapat perbedaan signifikan, yaitu jumlah giginya. Milik Brio Satya mempunyai jumlah gigi yang lebih sedikit dibanding Jazz GE8.

“Jumlah persisnya tidak sempat menghitung, namun terlihat jelas perbedaan keduanya jika sudah dibongkar. Jarak antar-gigi punya L12B8 lebih jarang-jarang. Sedangkan L15A7 lebih rapat,” ujar Memed Firdaus, mekanik TS Kustom Garage di wilayah Meruya, Jakbar.



Piggyback

Walau masih bisa hidup normal dengan ECU standar Brio Satya, disarankan menggunakan piggyback atau stand alone ECU. Sebab, kapasitas mesin sudah naik 300 cc. Otomatis mapping fuel dan ignition dari pabrikan tidak sesuai dengan kondisi mesin yang baru. Apalagi jika mesin L15A7 sudah dimodifikasi.

Sayangnya, jika memilih opsi piggyback ada satu kekurangan. Sampai saat ini belum ada piggyback yang mampu membuka ataupun menggeser rev limiter. “Kalau memang berniat menggeser rev limit sampai 8.000 rpm misalnya, harus menggunakan stand alone ECU seperti Haltech, MoTeC, MegaSquirt dan lain-lain,” sebut Antoni, punggawa Under Control, kepala proyek tim Lupromax Brio Satya di balap super turing. 



Camsshaft Position Sensor dan Camshaft Position Actuator

Barang-barang ini juga mutlak dipindahkan. Maksudnya walaupun menggunakan mesin L15A7, namun sensor beserta actuator-nya wajib pakai Brio Satya. Jika hanya sensornya saja yang dipindahkan, bukan hanya tanda MIL (Malfunction Indicator Light) akan muncul di instrument cluster, mesin juga susah dihidupkan. “Kira-kira di-starter selama 5 detik baru bisa hidup,” sebut Memed lagi.



MAP Sensor

Kalau barang ini jelas terlihat perbedaan. Pertama paling terlihat jelas tentunya dimensi. Milik Brio Satya lebih besar dibandingkan Jazz GE8. Kedua bisa dilihat dari merek produsen. Untuk Honda LCGC menggunakan keluaran Bosch, sedangkan L15A7 tidak terdapat merek vendor pembuat. 

Hanya tertulis MAP sensor assy disertai part number. MAP sensor harus menggunakan buatan Bosch pada mesin iVTEC 1.500 cc. Pemasangan tentunya butuh penyesuaian pada intake manifold dikarenakan bentuknya yang berbeda.

“Tidak telalu rumit kok, cukup membesarkan lubang dudukan MAP sensor dengan mata bor 14 mm,” jelas Nathan Cahyana, pemilik Brio Satya yang baru saja selesai melakukan engine swap. Langkah kedua butuh ketelitian dan kesabaran. Dudukan tersebut harus dikikir kurang lebih 0,7 mm supaya lebih pendek, karena jika tidak, hasil bacaan udara pada intake manifold bisa tidak akurat.


Throttle body

Throttle body mau tidak mau harus pakai kepunyaan Brio Satya. Memang ukuran lebih kecil dibanding kepunyaan Jazz GE8. Walau mesin dapat hidup, tapi terkadang tidak mau digas jika menggunakan bawaan L15A7, tanda MIL juga menyala.

Setelah dilakukan diagnosa dengan engine scanner, terbaca throttle actuator not learned. Artinya, ECU keluaran Bosch tidak bisa sinkron dengan motor penggerak skep pada throttle body Jazz GE8.

“Hal ini disebabkan sistem rev limiter L12B8 menganut model throttle close. Berbeda dengan kendaraan pada umumnya yang menganut model fuel cut atau ignition cut,” terang Indra Wijaya, tuner Sigma Speed di bilangan Pancoran, Jaksel.

Minggu, 25 Januari 2015

Perbedaan 'karburator bengis' Keihin PWK28 KX, Jepang, dan Sudco

Setelan Langsam PWK KX di kiri
parts keihin pwk28

Dua nama populer pun mencuat; Keihin PE28 dan PWK28. Karena harganya yang relatif murah, mayoritas pemburu karbu kemudian banyak yang menjatuhkan pilihan pada PE28, saking ngetrendnya sampai sampai karbu ini disebut Karbu Sejuta Umat. weww,,,Da’i kaleee sejuta umat :D
Namun sekarang-sekarang ini, ditengah semakin ‘pasaran’nya PE28 diikuti meledaknya peredaran berbagai versi PE28 kw yang makin sulit dibedakan dengan aslinya, membuat banyak pemburu karbu mulai ragu memilih PE28. Akhirnya sebagian dari mereka mempertimbangkan untuk lari dari ‘mainstream’ lalu melirik opsi lain selain PE. Salah satunya dari opsi alternatif ini ya Keihin PWK28. Karena walaupun lebih mahal, namun kualitas karbu yang sering disebut karbu kuda jingkrak ini punya reputasi bagus keasliannya, mudah disetting, dan performanya dikenal lebih ajib dibanding saudara kandungnya; PE28.
Bagi peminatnya yang sedang kasak-kusuk cari info karbu pwk ini, salah satu informasi yang sering ditanyakan adalah tentang perbedaan beberapa jenis pwk28 yang beredar dipasaran. Ya, dikita memang dikenal ada 3 sebutan untuk jenis Keihin pwk28; yaitu PWK28 KX, PWK28 Jepang, dan PWK28 Sudco. Padahal tak perlu bingung dengan perbedaan sebutan ini, karena semuanya juga sebetulnya adalah produksi Keihin Jepang. Oke, semuanya jepun punya. Tapi kenapa kok harganya beda beda, apakah ada perbedaan karakter diantara ketiga sebutan ini?
Atas dasar itulah, untuk anda yang sedang memburu PWK28, berikut ini saya coba merangkum beberapa informasi tentang ketiga jenis karbu pwk28 yang mudah-mudahan bisa membantu menjawab pertanyaan tersebut diatas. Check it out :
1. PWK28 KX
Kadang disebut juga pwk copotan kx, karena sejatinya memang Keihin PWK28 ini adalah karbu original motorcross Kawasaki , KX 85cc dan KX100cc, part original ini resminya didistribusikan Kawasaki dengan kemasan Kawasaki Genuine Parts. Ya kurang lebih sama lah seperti halnya produk Keihin PE28 berkardus Honda yang didistribusikan sebagai Genuine Parts nya motor Honda NSR SP. Seorang kawan saya kebetulan ada yang memakai karbu kx ini di FUnya. Diperhatikan fisiknya dari luar, terlihat posisi baut setelan langsam (idle adjuster) dan setelan angin (air screw) dua duanya berada di sebelah kiri (dilihat dari arah moncong karbu). Jarum skep originalnya berkode NAPE.
PWK copotan kawasaki KX
Dulu sempat coba jajalin bawa FU kawan yang pakai karbu KX ini, saat dicoba buka gas mendadak di rpm rendah pun jambakannya galak banget. Mungkin karena memang karbu ini didesain untuk kebutuhan motor trail yang butuh akselerasi spontan untuk menggilas track motorcross. Soal jetting, saya tidak bisa berkomentar banyak. Sekilas tanya-tanya sih sama yang punya motor katanya memang putaran bawahnya agak brebet kalau dibawa pelan atau kecepatan sedang. Tapi bisa jadi karena belum ketemu setingan yang pas saja.
PWK28 KX Genuine Parts
2. PWK28 Jepang
Sebutan ini dimaksudkan untuk karbu pwk28 yang dijual bebas langsung oleh Keihin dengan kemasan (label packaging) Keihin. Kalo saya tidak salah tafsir, istilahnya adalah produk OEM (Original Equipment Manufacturer). Secara fisik, dibandingkan dengan versi kx memang ada perbedaan yang bisa mudah terlihat, yaitu posisi “default” baut setelan langsam (idle adjuster) yang berseberangan dengan letak setelan angin (air screw). Di pwk28 ini, setelan langsam ada di kanan (seperti PE) sedangkan setelan angin ada disebelah kiri (dilihat dari arah moncong karbu). Kenapa saya bilang “default” karena sepertinya memang dari pabriknya disiapkan dua jalur alternative untuk dudukan baut langsam, tapi nampaknya perlu dibbuka dulu lubang jalur disebelahnya kalau si pemakai mau mindahin posisi setelan langsam. Selain itu, ciri pwk ini jarum skep bawaannya berkode JJH.
PWK 28 Jepang Box Keihin
Saya dulu pernah punya karbu pwk jepang ini, waktu itu saya beli seken, nomer seri produksi dibadan karbu tertera 29SAOUGS. Saat memakainya di satria FU saya, Karakternya sendiri menurut saya sama saja dengan pwk copotan kx, tidak ada perbedaan yang signifikan. Hanya memang terasa sedikit lebih smooth untuk keperluan harian, jalan pelan, kecepatan sedang atau macet-macetan. Mungkin karena adanya perbedaan di profil jarum skep JJH dengan NAPE. Awalnya agak brebet di bawah, tapi setelah dicoba jetting sendiri bisa hilang brebetnya dan langsam. Kebetulan saya juga punya PE28 saat itu, dan saya akui akselerasi pwk28 ini memang jauh lebih ‘Jingkrak” dari PE28, walau putaran atasnya kalau menurut penilaian saya bisa dikatakan seimbang lah dengan PE28.
PWK28 Jepang
3. PWK28 SUDCO
Untuk yang satu ini rasanya tak perlu diulas lagi. Review lengkapnya sudah saya hadirkan langsung di artikel kemarin tentang Review PWK28 Sudco di si Blackpearl. Singkatnya saja, PWK ini sebetulnya adalah produksi Keihin Jepang juga, namun sebelum dilepas ke pasaran, terlebih dahulu di tuning ulang oleh rumah modifikasi SUDCO USA. Tujuannya tentu saja untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan performa karbu pwk28 ini. Entah apa saja yang dipoles ulang oleh para tuner sudco dijeroan karbu ini, mungkin kepresisian jalur-jalur (sirkuit) didalamnya, nosel, head nosel, dsb. Untuk jarum skep kode nya masih sama JJH. Yang jelas, ketika dirasakan langsung di motor, performanya memang berbeda dengan pwk28 non sudco. Kebetulan saya dulu pernah pinjam pwk28 sudco milik teman selama seminggu dipasang motor saya. Hmmm..atas bawah rasanya memang lebih legitt pemirsa :D
Kalo dilihat secara Fisik dari luar, penampakan pwk28 versi sudco sebetulnya sama dengan pwk jepang. Posisi default setelan langsam dan air screw juga berseberangan. Sebagai pembeda hanya terlihat tambahan stiker sudco yang menempel di mangkok karbu dan label besar sudco di box kardus Keihinnya.
Keihin PWK28 Sudco Si Kuda Jingkrak
Nah pemirsa, itulah tadi sekilas gambaran ciri-ciri dan perbedaan PWK KX, Jepang, dan Sudco sejauh yang saya ketahui. Jika memang ada kesalahan dalam informasinya silahkan dikoreksi, maklum saya jarang beli karbu jadi gak terlalu update juga informasinya.
Namun sekali lagi perlu digaris bawahi bahwa ketiganya adalah asli buatan Keihin Jepang. Jadi tak usah ragu dengan performa ketiganya. Persoalan mana yang akan anda pilih, saya kira silahkan sesuaikan saja dengan budget anda. PWK28 KX harga barunya dikisaran 1,2 – 1,3 juta. PWK28 Jepang sekitar 1,4-1,5jt. Barang sekennya biasanya dilepas antara 800 – 1,1 juta. Yang paling mahal ya PWK Sudco, dibandrol sekitar 1,7 – 2 juta barunya. Harga sekennya pun tinggi, jarang ada penjual yang mau melepas dibawah 1,2 juta. Beberapa peminat ada juga yang memilih PWK KX supaya lebih murah lalu mengganti jeroan nya dengan performance Kit SUDCO yang bisa dibeli terpisah untuk mengupgrade performanya.
Walau gambaran yang saya berikan mungkin hanya sedikit dan dangkal informasinya, tapi mudah-mudahan setidaknya dapat bermanfaat untuk pemirsa yang sedang giat berburu karbu si kuda jingkrak ini.

Kamis, 13 November 2014

Persiapan Musim Hujan, 10 Komponen Mobil Wajib Dicek (Part.2)


Jakarta - Musim hujan sudah mulai datang nih dan tanda-tandanya mulai terlihat, seperti di beberapa tempat sudah diguyur hujan. Bagi pengendara kendaraan, tak hanya genangan air di jalan yang jadi ancaman, guyuran air dari langit itu juga bisa bikin repot ketika mobil digunakan.


Mika Lampu

Mika lampu yang sudah kotor atau buram, sebaiknya diganti/dibersihkan. Mika buram disebabkan karena faktor usia, jamur atau goresan. Mika juga bisa kusam akibat kena panas terus-menerus dari pemakaian bohlam yang watt-nya besar.

Mika kusam pada lampu depan, dapat mengganggu pandangan pengemudi. Begitupun lampu belakang, yang dapat menyebabkan diseruduk pengemudi lain karena tak dapat melihat jelas lampu rem atau sein menyala.

Bisa dibersihkan sendiri. Siapkan kain lap bersih halus, air sabun, kompon, cairan pembersih, sikat dan ampelas ukuran 1500 jika diperlukan. "Kalau mau boleh juga dipoles pakai cairan car wax untuk metallic atau busa pengilap ban," jelas Iwan, mekanik toko Syifa Jaya di Dutamas Fatmawati, Jaksel yang biasa menyervis lampu mobil.


Copot Open Filter

Open air filter banyak diaplikasi pelaku modifikasi karena diyakini dapat menambah tenaga mesin. Namun musim hujan sudah tiba nih, sebaiknya gunakan kembali boks filter standar. Sebab bila kisi-kisi open filter basah, misal kena cipratan air dari bawah, maka tidak dapat menyedot udara dengan lancar karena terhalang air.

Filter yang basah mudah menangkap kotoran/debu, sehingga udara yang masuk terhambat. Akibatnya mesin tak bekerja optimal dan bahan bakar jadi boros.


Lampu Xenon HID

Keren belum tentu aman saat hujan, itulah lampu Xenon HID. Biasanya dipakai membuat mobil jadi lebih keren, sinar cahayanya putih memberi kesan terang dan mewah. Makin tinggi satuan Kelvin-nya, cahaya cenderung membiru, semakin rendah sinar menguning.

Namun tidak semua bohlam Xenon HID aman. Cahaya putih yang dihasilkan kurang mumpuni menembus derasnya air hujan, jarak pandang jadi terbatas. Idealnya pakai yang 6.000 Kelvin, "Sebab pendaran sinarnya masih mampu menembus derasnya air hujan, terutama malam hari," bilang Wira Sentosa dari SACS, Pondok Gede, Jaktim.


Karpet Kabin

Karpet mobil bawaan pabrik, biasanya dari bahan beludru. Namun ketika masuk musim hujan, tatakan kaki di dalam kabin ini akan kotor. Baik karena basah ataupun kotor yang terbawa dari alas kaki. Ini dapat mengganggu kenyamanan.

Sebaiknya karpet bawaan pabrik disimpan dulu, ganti dengan karpet aftermarket dari bahan karet yang fleksibel dan mudah dibersihkan. Karpet ini banyak dijual dan ukurannya universal bahkan bisa disesuaikan dengan dimensi lantai mobil, baik untuk depan maupun belakang.


Karet Kaca & Pintu

Baru ketahuan bermasalah saat hujan. Karet kaca yang sobek atau sudah melar, kemungkinan besar air dapat masuk ke kabin. Mengujinya bisa datang ke tukang cuci mobil. Tutup kaca rapat-rapat, lalu perhatikan setiap kaca apakah ada rembesan air. Jika ada, segera ganti karet kaca baru.

Begitupun karet pintu. Selain buat kedap suara, juga menahan air tidak masuk ke kabin. Jika terlepas dari sangkutannya, pasang kembali atau bila sudah robek diganti agar sobeknya tidak melebar. "Kalau karet di kaca depan jarang renggang, namun patut juga diperiksa," ujar Manotar Sihotang, Service Advisor Astrido Toyota Kebon Jeruk, Jakbar.


Ban

Ayo periksa kondisi setiap ban. Pada beberapa merek ban punya simbol atau tanda untuk menunjukkan batas pemakaian ban. Seperti Michelin, berupa tonjolan kecil di bagian bawah alur pola telapak ban.

Jika permukaan karet mencapai kesejajaran dengan tonjolan tersebut, kemungkinan ban mendekati batas aman sebesar 1,6 mm atau bisa di bawahnya. Tandanya ban sudah aus.

Ban yang sudah aus, pada kondisi jalan basah dapat menyebabkan ban kehilangan daya traksi seketika atau selip. "Segera ganti kalau sudah agak tipis, karena grip ban makin berkurang kalau ban sudah tipis," urai Yopi Karuci, bos toko ban SM Motorsport di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakbar. (mobil.otomotifnet.com)

Persiapan Musim Hujan, 10 Komponen Mobil Wajib Dicek (Part.1)

Jakarta - Musim hujan sudah mulai datang nih dan tanda-tandanya mulai terlihat, seperti di beberapa tempat sudah diguyur hujan. Bagi pengendara kendaraan, tak hanya genangan air di jalan yang jadi ancaman, guyuran air dari langit itu juga bisa bikin repot ketika mobil digunakan.

Nah, memasuki musim hujan ada baiknya persiapkan kendaraan sebaik mungkin. Ingat peribahasa ‘sedia payung sebelum hujan'. Jadi, lakukan pemeriksaan pada bagian-bagian tertentu, khususnya eksterior.

Oh ya, ketika hujan lebat atau berkabut jangan menyalakan lampu hazard. Ini membahayakan, karena pengemudi di belakang tidak mengetahui apakah kendaraan di depannya mau belok ke kiri atau kanan, sehingga bisa mengakibatkan kecelakaan. Lebih baik hidupkan lampu kabut belakang.

Yuk, cek kendaraan masing-masing!


Karet Wiper

Saat kemarau, peranti ini banyak istirahatnya. Namun ketika digunakan saat hujan, air di permukaan kaca tidak tersapu sempurna. Jangan langsung ganti karet wiper. Coba bersihkan dulu karetnya pakai lap, karena debu dan kotoran bisa bikin karet wiper tidak lentur. Jika tidak bisa diatasi, ganti baru. Cukup karetnya saja.


Nosel, Slang dan Tabung Pompa

Tekan tombol water spray untuk membersihkan kaca depan. Jika semprotan air dari nosel tidak deras, tersendat atau tidak keluar sama sekali, berarti ada yang tidak beres. Niat ingin pandangan lebih jelas, malah makin parah karena kotoran tidak bisa disapu dengan sempurna.

Periksa nosel, mungkin lubangnya tertutup kotoran. Cek juga sistem wiper spray. Apakah slangnya kelipat, tersumbat atau copot. Intip pula tabung washer, kalau dasarnya berkerat atau berlumut, bisa membuat slang tersumbat. Tak ada salahnya menguras dan membersihkannya dengan cara mencopot tabung supaya lebih bersih.


Kaca Berjamur

Pandangan tak jelas meski kaca sudah disapu wiper, bisa jadi karena kaca depan berjamur. Banyak alternatif yang biasa dilakukan seperti menggosok dengan tembakau yang terlebih dahulu direndam air, atau digosok pakai koran basah. Namun alangkah baiknya dibawa ke salon mobil, karena mereka sudah ahlinya.

Pasalnya, noda bandel ini timbul karena pemakaian produk pembersih kaca yang kandungan asamnya kuat. "Atau air hujan kan kandungan asamnya tinggi, saat dibersihkan kurang sempurna," ujar Tjahja Tandjung, pemiliki gerai Toda di Kelapa Gading, Jakut yang menjual produk perawatan kendaraan.


Defogger

Paling mengesalkan ketika melihat ke belakang melalui kaca spion dalam, pandangan kurang jelas, lantaran gangguan pada perangkat pengusir kabut (defogger) berupa garis-garis yang menempel di kaca belakang.

Garis-garis itu dapat mengeluarkan panas dan mengusir kabut. Elemen tersebut bisa mengalami kerusakan, saat mengganti atau melepas kaca film. Penyebab lain, lupa mematikan sakelar (switch) defogger dan dibiarkan terlalu lama.

Periksa pakai multitester agar dapat dideteksi, apakah jalurnya yang putus atau hanya konektor +/- yang tidak terpasang baik. Bawa ke tukang kaca film untuk melepas pelapis kaca itu dan memperbaiki defogger. Kalau elemen yang rusak banyak, sebaiknya ganti satu set. (mobil.otomotifnet.com)

Mobil Mau Ceper? Jangan Potong Per!

Mereduksi ground clearance alias ketinggian bodi sering dilakukan pelaku modifikasi untuk mendapatkan fitment roda terbaik. Enggak dipungkiri, selama ini banyak yang sering ambil jalan pintas. Ulir per asli bawaan pabrik langsung dipotong demi mendapatkan reduksi ketinggian bodi yang optimal. Biasanya per dipotong dua hingga tiga ulir.

Cara seperti ini tidak dianjurkan oleh para pelaku modifikasi asal Kota Balikpapan, Kaltim yang tergabung dalam komunitas KOG. “Lebih baik per aslinya disimpan,” sahut Mahardika Arrahman selaku juru bicara klub. Pembesut Mitsubishi Lancer Evolution 3 ini menyebut mereduksi ketinggian, akrab disebut ceper masih jadi syarat wajib untuk modifikasi mobil on-road.

Cara yang sering dilakukan adalah memotong per atau mengganti per dan bahkan melepas atau merusak stopper. “Jadi biasanya kami menyimpan per aslinya, lalu cari per pengganti yang lainnya,” lanjut Dika menyebut ragam pilihan produk aftermarket yang sudah punya ukuran tertentu maupun per copotan yang materialnya lebih lembut.

Lebih lanjut, menurut Dika peredam kejut atau sokbreker juga bisa diganti dengan opsi produk aftermarket maupun copotan. Tentunya menyesuaikan bobot modifikasi yang dijalankan. Kemudian peranti yang biasanya kena jamah adalah karet stopper, biasanya panjangnya dipotong atau di-custom sesuai keperluan. Sarannya sama dengan per dan sokbreker. Aslinya disimpan lalu diganti dengan opsi yang sama.

“Stopper bisa juga digantikan bahan karet keras lain, pakai potongan bekas ban truk misalnya, ketebalannya bisa disesuaikan,” tutup Dika. “Jadi kalau mau balik standar, per asli dan stopper asli bisa dipakai lagi,” senyum Yodhan Hendratama, anggota KOG pembesut Mitsubishi Galant VR-4.

Buat penggemar modifikasi di Balikpapan, kalau mau konsultasi lebih lanjut bisa menyambangi mereka tiap hari Minggu sore di area Lapangan Merdeka.

Yuk, dicoba! • Anto


Biasanya karet stopper standar jadi korban teknik potong per, efeknya kinerja sokbreker akan lebih berat meredam bantingan karena jarak mainnya lebih sedikit.

Per limbah atau copotan eks mobil lain juga banyak jadi incaran modifikator, biasanya dipilih yang materialnya lebih keras. Contohnya, sedan sekelas Honda Civic Genio bisa pakai per bawaan Mercy Tiger.


Ragam merek sokbreker yang ada di pasaran bisa jadi alternatif pendukung modifikasi kaki-kaki. Untuk modifikasi penggunaan harian, label Kayaba, Tokico, Eibach, Monroe dan Bilstein masih jadi favorit.

Per aftermarket bisa jadi pilihan, salah satunya per kompetisi bermerek yang sudah ada di pasaran, tersedia untuk Honda Jazz dan Civic, Toyota Yaris, Suzuki Swift dan Mitsubishi Lancer dalam berbagai ukuran dan jumlah ulir. (mobil.otomotifnet.com)

Rabu, 08 Oktober 2014

Fungsi Tutup Pentil Ban ?

Tutup Pentil Motor, Memangnya Penting?Seorang teman pernah mengeluh, katanya ia dapat Bukti Pelanggaran (Tilang) dari polisi gara-gara di motornya tidak terdapat tutup pentil ban. Sepele sih, namun tetap aja dia kesal. Polisinya yang cari-cari kesalahan atau memang fungsi dari tutup pentil begitu vital?
Nah dari cerita diatas, Brosis tidak perlu melemparkan kesalahan kepada kedua pihak tersebut. Lebih baik kita bahas saja komponen mungil yang ukurannya tidak seberapa ini. Yuk disimak!
Jangan berpikiran negatif ketika membaca kata tutup pentil. Tutup pentil (dibaca dengan huruf “e” seperti cabe) alias penutup lubang angin di ban motor Brosis ternyata memiliki fungsi sebagai perlindungan terhadap bagian dalam dari lubang angin pada ban motor Brosis. Memangnya ada apa disana sehingga perlu dilindungi?
Di dalam pentil yang punya nama keren yaitu Valve Cap, terdapat beberapa komponen kecil yaitu sil berbahan karet, penonjok, dan per. Nah komponen-komponen mini yang besarnya tidak sampai seujung kuku ini yang dilindungi oleh tutup pentil. Brosis mungkin sudah paham caranya mengempiskan ban. Cukup tekan saja bagian penonjok di tengah pentil. Udara pun akan keluar.
Seandainya tidak ada tutup pentil, ada kemungkinan udara bisa keluar secara tiba-tiba. Namanya di jalanan kan ada saja kerikil kecil atau batu-batuan tuh. Seandainya batu-batuan tersebut menghantam tutup pentil, tentu udara akan keluar sedikit demi sedikit. Akhirnya ban pun kempes.
Selain itu, dengan memasang tutup pentil juga mencegah masuknya air dan kotoran ke bagian dalam pentil ban. Tadi sudah dijelaskan bahwa di dalam pentil terdapat sil dari karet. Sil ini berfungsi untuk menahan udara agar tetap berada di ban. Nah, karet ini cukup rentan jika sering terkena air atau kotaran. Bisa cepat jadi getas dan berakibat bocornya udara keluar!
Nah, intinya sih dengan adanya tutup pentil itu bikin komponen di dalam pentil ban tetap terjaga. So nggak ada kisahnya motor Brosis tiba-tiba kempes padahal tidak ada bocor atau tidak ada yang isengin Brosis harus tahu juga, kalau ban kempes ternyata memiliko banyak resiko. Yang pertama, tarikan motor kerasa lebih berat, lalu konsumsi BBM pun jadi boros. Yang lebih bahaya, ban kempes bisa bikin motor jadi enggak stabil dan sulit untuk dikendalikan. Bisa repot urusannya kalau sampai kenapa-kenapa.
So, mencegah lebih baik dari mengobati. Daripada nyesel gara-gara enggak pada komponen yang satu ini, mending dijaga aja kondisinya. Kalau hilang, ya tinggal beli saja yang baru. Harganya juga enggak sampai Rp 5000. Malah sekarang ada tutup pentil yang punya ukuran tekanan udara. Jadi keliatan tuh kalau tekanan ban sudah berkurang. Bisa ngacir ke tukang isi angin terdekat.

Minggu, 17 Agustus 2014

Mengenal Lebih Dalam Tentang Busi IRIDIUM

Kita pernah berfikir bagaimana cara meningkatkan performa mesin salah satunya dengan mengganti busi,pada saat mau ganti busi pasti di benak kita pasti ganti busi racing saja, kang ari sering nemuin konsumen yang minta ganti busi racing tanpa tahu apa spesifikasi / arti busi racing,yang ada para konsumen yang pengetahuannya tentang motor hanya pas2an saja malah ketipu sama ulah mekanik/toko sparepart maunya minta ganti busi yang racing ”katanya” malah dapat busi abal2.Padahal mungkin yang di maksud para konsumen/bikers adalah busi iridium,kali ini kang ari akan mengulas lebih dalam ttg busi ini.



   
              downloadimages (20)images (1)


Busi iridium adalah busi yang mempunyai diameter sangat kecil cm 0.4mm (terkecil didunia) yang terbuat dari iridium alloy yang kuat dan tahan panas,sehingga dengan bentuknya yang kecil tegangan yang di butuhkan untuk pengapian menjadi rendah sehingga memudahkan saat start dan memperbaiki akselerasi,,,jadi kang bro,,saat koil,cdi,spul motor mengeluarkan pengapian yang kecil motor masih berpeluang bisa hidup dibandingkan dengan busi standar.
Pada ujung elektroda massa berbentuk lancip dapat meningkatkan pengapian karena mengurangi getaran luas bidang kontak dengan inti api (lihat TAPERED CUT gambar diatas).Dan alur massanya berbentuk ”U” yang bisa meningkatkan pengapian tanpa harus memperbesar celah elektroda (lihat gambar alur ”U” di atas).

images (2)1.TERMINAL : terminal nut yang cocok dengan semua standar kode tipe busi diindonesia/dunia dan mempunyai dua fungsi ganda buat 2T dan buat 4T nut-nya  dilepas.
2.RESISTOR INTERNAL : Busi iridium dilengkapi dengan internal monolithic resistor5 ky  yang berfungsi untuk mengurangi semua distorsi terhadap peralatan elektronik,seperti sensor2 di motor injeksi kang bro,jadi kinerja piranti elektronik di motor tidak terganggu oleh gelombang elektromagnetik yang di timbulkan oleh busi.
3.LAPISAN NIKEL ANTI KARAT : Busi ini dilengkapi nikel kang bro, fungsinya mencegah busi berkarat.

Dengan ulasan diatas keuntungan busi iridium bisa disimpulkan kang bro,bahwa busi iridium ini hanya membutuhkan tegangan listrik yang rendah untuk memercikkan api.Memiliki kemampuan pembakaran yang lebih bagus dan hasilnya motor jadi lebih mudah hidup,mengurangi kegagalan pembakaran dan irit konsumsi bensin kang bro, so pasti akslerasi juga bertambah.




Tapi hati2 kang bro ,jangan sampai salah pilih tipe businya,karena tiap motor memliki tipe busi yang berbeda dari ulir,panjang sampai diameter ulir berbeda ,dan yang lebih penting jgn salah pilih tingkat panas busi,jika motor kang bro pakai busi tipe dingin tapi salah pilih pakai busi tipe panas maka performa motor pun juga sedikit terpengaruhi dan pelepasan panas pada busi tidak optimal sehingga elektroda busi bisa meleleh bahkan permukaan piston bisa meleleh bintik2 karena over heating